IMG_0873

JAKARTA-Melihat adanya ketertarikan mahasiswa jurusan teknik pada pekerjaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perminyakan, membuat Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika (HMTF) Universitas Nasional beserta alumni Teknik Fisika mengadakan sebuah kuliah umum untuk memberi pengetahuan umum hingga beberapa keilmuan khusus yang kemudian bisa menjadi daya pikat bagi calon engineer untuk bekerja di bidang pertambangan dan perminyakan di masa depan.

Kuliah umum (Studium Generale) kali ini membawakan tema, “Infrastructure of Oil and Gas Production Facilities, Offshore and Onshore” yang dibawakan oleh Alumni Teknik Fisika, Universitas Nasional, yakni Ir. Heldiansyah. Beliau saat ini bekerja di Brunei Shell Petroleum, Sdn., Bhd. sebagai Technical Safety Engineering Lead for Projects.

Kuliah umum ini dilaksanakan pada hari Senin, 8 Mei 2017, mulai pukul 10.30 WIB sampai 12.30 WIB, bertempat di Ruang Seminar lantai 3 Kampus Universitas Nasional yang dihadiri oleh petinggi Fakultas Teknik dan Sains (FTS), petinggi program studi Teknik Fisika, serta mahasiswa dan dosen di lingkup FTS.

Beliau memulai presentasinya dengan menjelaskan sejarah awal penambangan minyak. Menurut beliau, awal mula penambangan minyak di dunia dilakukan oleh China pada tahun 347 Masehi. Sedangkan, penambangan minyak pertama kali di Indonesia, dilakukan pada tahun 1885 Masehi, yakni di daerah Telaga Tunggal, Sumatera Selatan.

Selain itu, beliau juga menjelaskan dengan data bahwa sumber cadangan (proven) minyak di dunia kian menipis, namun untuk gas alam memiliki cadangan yang cukup besar dan dapat dijadikan alternatif dari minyak bumi.

Menurut pemaparan beliau pada slide yang ditampilkan, peluang karir di perusahaan perminyakan khususnya untuk teknik cukup luas. Contohnya, lulusan Teknik Fisika dapat bekerja di perusahaan perminyakan untuk sektor yang berfokus pada bidang instrumentasi dan kontrol, technical safety, HVAC, IT, material, dan korosi.

Bisnis pertambangan dan perminyakan mempunyai banyak aspek penting dalam keekonomian dunia. Untuk membuat bisnis perminyakan tetap eksis, maka dibutuhkan elemen-elemen SDM di dalam sebuah perusahaan perminyakan yang mendukung agar bisnis tersebut bisa maju dan tetap bertahan selama beberapa dekade ke depan. Tentu, tidak hanya segelintir ahli yang punya peranan penting dalam sebuah perusahaan perminyakan, semua SDM yang bekerja dari sektor produksi hulu hingga hilir mempunyai peranan yang sangat penting. Maka, dapat kita lihat bahwa banyak peluang lapangan kerja di sana, ada sektor yang membutuhkan ahli pertambangan, ahli perminyakan, ahli geologi, dan lain sebagainya. Untuk itu, edukasi kepada mahasiswa teknik ini penting agar mereka tahu bahwa dunia bisnis perminyakan tidak melulu berkaitan dengan teknik pertambangan dan perminyakan, melainkan ada sektor keteknikan lain yang berperan di dunia bisnis perminyakan tersebut.

~Artikel yang sama dipublikasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika (HMTF) Universitas Nasional di laman www.hmtf-unas.org (situs sudah non-aktif), pada tanggal 27/05/2017.

Penulis : Farhan Rizky Ramadhan (Teknik Fisika 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.